Pages

Selasa, 31 Desember 2013

Antara Keinginan dan Mimpi

Assalamualaikum temans,
Apa kabar? Hehiho.. :p
Bicara tentang keinginan dan mimpi, kalau menurut saya keinginan/kepengenan/mau-nya ->  itu biasanya banyaaak banget.
Kalau mimpi itu sendiri misterius, karena dari keinginan saya yang banyaak etooo…
saya harus benar-benar tahu, mana yang mimpi sejati, mana yang hanya ‘fatamorgana hidup’ hehe…
Kalau boleh di list :p Boleh yak?

saya ingin jadi pebisnis
saya ingin jadi guru atau dosen
saya ingin jadi programmer

Q : Cuma 3 donk?? Katanya banyak…???

Eiiitss tunggu dulu, itu keinginan bisa di ‘break down’ lagi (istilahnya dr dosen heu :p )

Dari yg cuma ingin jadi pebisnis
Pengen bisnis makanan kudapan online gitu
Pengen bisnis fashion muslimah online
Pengen punya brand makanan sendiri
Pengen punya brand fashion sendiri dan butiknya dmn”
Pengen jadi designer fashion
Pengen jadi koki pastry atau bakery gitu (pokoknya yang fokus bikin cake atau kudapan)
Pengen jadi internet marketer
Pengen bisnis interior
Pengen belajar desain interior, dll
Tuh kan jadi banyak baru satu yg di ‘break down’.. gmn donk?? Xixixi :D
~~~
Dulu pernah ikut workshop motivasi gitu..
Ceritanya waktu itu ada sesi pamer mimpi, gak gitu juga sih nama sesinya :D tapi intinya kita disuru menceritakan mimpi kita..
saya berkesempatan maju, saat saya tunjukan dan ceritakan, sang motivator (SM) bertanya:

SM: Ada emosi gak di mimpi yang kamu ceritakan?

Me : ehm.. Ada.. #keliatan gak yakin sii

SM : Jadii kalau mimpi-nya memiliki emosi itu, si mimpi ini akan terasa sangat mahal, dan kita yang bermimpi harus juga membayar mahal mimpi kita itu… Kalau mimpi itu tak kunjung kita dapatkan berarti kerja yang kita lakukan untuk mimpi itu masih terlalu ‘murah’…
Kalau mimpi itu ada emosinya, setiap hari adalah melangkah setidaknya satu langkah untuk terus mengejar mimpi kita… Nah, kalo kamu sudah melakukan apa hari ini untuk mimpi mu??

#Bocoran mimpi yang saya ceritakan adalah naik haji’in ibu dan bahagiakan orangtua.. Standarnya anak-anak yah.. 

Pas ditanya gitu, jujur saya jadi ngerasa “kena deh” -_-“ bener yah kayaknya itu hanya sebatas keinginan belom ada emosi untuk mencapai ‘kesana’ yang saya sebut mimpi… Belom ada rasa yang menggebu-gebu…

Tapi waktu itu saya jawab asal nyeplos..

Me : Do’a pak..
Kontan ajah semua peserta tertawa…
Sm : Harus menyadari dan paham dulu mimpinya yah.. #sambil senyum mengerti hehe…
SM : Tapi Do’a jawaban yang paling tepat, mimpinya harus ada emosinya, sehingga do’a yang dipanjatkan kepada Allah SWT, dimohon dengan sungguh-sungguh.. Mohon-mohon sama Allah…

Tapi seiring berjalannya waktu dan bertambahnya umur :D
saya jadi semakin mengerti, semakin paham seperti SM itu bilang…
In sya Allah ilmu walapun gak banyak tapi nambah tentang untuk apa kita hidup..
Tugas utama manusia adalah ibadah..

Jadi cita-cita atau mimpi saya, saat ini harus dberi visi/misi untuk ibadah kepada Allah.. Supaya catatan amal setidaknya bertambah… Aamiin
Saat ini saya punya mimpi tetep seperti saat saya cerita di depan pak SM itu? Tapi beda rasa dengan yang dulu…

Mimpi saya saat ini -> membahagiakan orangtua khususnya ibu.. saya berkeinginan keras membahagiakan ibu di dunia dan akhiratnya..
saya harus jadi anak yang sholehah, taat ibadah kepada Allah.. Ber do’a sungguh-sungguh kepada Allah agar menjaga ibu dan ayah dari kesesatan dan dosa, agar Allah berkenan memanjangkan usia taat mereka kepada Allah.. Aamiin
saya punya cita-cita saat ini, membawa ibu ke tanah makkah, umroh, melihatnya I’tikaf, berdo’a dan melakukan berbagai aktifitas ibadah di masjidil haram dan tempat lainnya dtanah makkah.. Aamiin
Saat itu kebahagiaan terbesar saya.. saya hanya sanggup bermimpi umroh plus, membawanya juga ketempat-tempat indah ciptaan Allah lainnya.. Aamiin..
Bismillahirahmanirrahim.. saya akan berusaha, bekerja lebih keras, berdo’a dan beribadah lebih baiik.. Semoga Engkau yaa Rabb.. mengabulkan Aamiin…

Jadi temans, jangan takut bermimpi… Takutlah hanya sama Allah SWT…

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...